Alasan Indonesia Tak Pernah Ikut Olimpiade Musim Dingin

Sedikitnya tiga negara tropis dari ASEAN sudah ambil bagian di Olimpiade Musim Dingin. Sementara Indonesia masih terkendala banyak hal, utamanya infrastruktur yang belum memadai.

Tahun ini, Olimpiade Musim Dingin diadakan di Beijing, China, 4 Februari-20 Februari 2022. Indonesia sama sekali belum pernah tampil di pesta olahraga multi-event yang kali pertama digelar pada 1924.

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Dede Yusuf menilai, sarana dan prasarana jadi salah satu penghalang mimpi Indonesia tampil di Olimpiade Musim Dingin.

“Saya pikir demikian (Indonesia bisa ikut Olimpiade Musim Dingin). Karena untuk menjadi peserta berarti harus bertanding, tapi kita tidak memiliki sarana dan prasarana yang sesuai selama ini,” kata Dede kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/2).

Ia yakin ada putra-putri Indonesia yang memiliki potensi di cabang olahraga musim dingin seperti ski, hockey, snowboarding, dan lainnya. Namun karena tidak ada fasilitas penunjang, para atlet kesulitan mengembangkan talenta.

“Jadi apakah bisa lolos seleksi, ini bukan soal atlet kita yang sebenarnya sudah hebat-hebat. Tapi, ini soal sarana dan prasarana yang belum memadai untuk olahraga musim dingin,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu.

Dede menegaskan, belum ada fasilitas yang benar-benar spesifik berguna untuk olahraga musim dingin di Indonesia. Ia berpendapat, membangun sarana dan prasarana olahraga beberapa cabang olahraga tertentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Saya belum lihat ada fasilitas yang serius untuk hal ini dan mahal untuk menyiapkannya. Karena kita harus berhitung dengan benar,” ucapnya.

Kendati demikian, Presiden National Olympic Commitee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari yakin Indonesia akan tampil di Olimpiade Musim Dingin di masa mendatang.

Ia menyontohkan Jamaika sebagai salah satu negara tropis peserta Olimpiade Musim Dingin yang jadi inspirasi bagi Indonesia bahwa ajang tersebut bukan hanya milik negara-negara empat musim.

“Harus bisa dong, ada beberapa nomor yang mungkin (bisa) kita ikuti. Jamaika saja bisa,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/1).

Mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 itu berpendapat, Indonesia memiliki potensi di cabor figure skating dan ski. Saat ini, ia mengatakan sudah ada beberapa ring yang bisa digunakan untuk olahraga tersebut.

Di sisi lain, ia beranggapan bahwa mempersiapkan wakil Indonesia untuk berlaga di ajang bergengsi butuh proses panjang dan kerja keras.

“Kalau untuk sekarang memang sudah tidak ada waktu. Tapi Winter Games ke depan bisa disiapkan atletnya. Mungkin persiapannya di daerah dingin jadi tidak harus di Indonesia.”

“Kita harus fokus terhadap kualifikasi dulu kalau mau ikut Olimpiade. Bagian ini yang kadang membuat kita terlambat,” ujar Okto.

Dilansir dari laman: cnnindonesia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *