Dicolek Jokowi, Warga NU Ainun Najib Disebut Masih Galau Pulang ke RI

Nama Ainun Najib salah satu santri Nahdlatul Ulama (NU) belakangan ramai menjadi perbincangan sejumlah orang. Ainun Najib yang merupakan pakar di bidang teknologi diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ke Indonesia dan membangun ekosistem digital untuk masyarakat.

Jokowi menyebut nama Ainun Najib dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1).

Ajakan Jokowi ini pun menarik perhatian Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi untuk mengomentarinya. Dalam hal ini pria yang akrab disapa Gus Fahrur itu menganggap dirinya sebagai senior Ainun Najib.

Menurut Gus Fahrur banyak yang harus pertimbangkan sebelum akhirnya menerima keputusan pulang ke Indonesia. Sebab dijelaskan Gus Fahrur, memutuskan pindah kerja bukanlah hal yang mudah.

“Untuk memutuskan pindah kerja itu kan tidak mudah, harus ada keluarga harus dibicarakan dulu, kalau punya anak sekolahnya bagaimana. Memang tidak bisa instan saya kira,” ujar Gus Fahrur kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Kamis (3/2).

Lebih lanjut Gus Fahrur juga menitikberatkan pada fokus kerja bagi Ainun jika nantinya ia pulang kampung. Jangan sampai ilmu yang dimilik Ainun Najib justru tidak terpakai dan berujung pada penyesalan.

“Tidak bisa keluar begitu saja kan kerjanya, terus di sini kerjanya apa? kan harus ada deal-deal dulu dong,” tuturnya.

Gus Fahrur mengatakan tak sedikit kader NU yang bekerja di luar negeri akhirnya mendapat apresiasi yang tidak sepadan ketika memutuskan kembali ke Indonesia untuk bekerja.

Ia menceritakan, beberapa kader NU yang juga teman dekatnya tak mendapat apresiasi yang cukup, dan dilego dengan gaji yang “pas” ketika pulang dari Inggris. Kondisi ini jelas dikatakan Gus Fahrurpenting untuk membuka wadah berkarya seluas-luasnya sebelum memboyong diaspora pulang.

Ihwal ekosistem digital untuk Ainun, Gus Fahrur menjelaskan nantinya hal itu bisa dimulai oleh pemerintah, maupun oleh NU.

Hingga kini Gus Fahrur belum bisa memastikan siapa nantinya yang akan menggelar arena untuk Ainun Najib berkarya di dalam negeri.

Terkait ingin menarik Ainun Najib ke Indonesia mengembangkan ekosistem digital, ia mengatakan bakal membahas hal tersebut kepada Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf saat agenda PBNU di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat.

“Mungkin besok akan ada kegiatan PBNU di Labuan Bajo, akan saya coba tanyakan dengan ketum, sejauh mana hasilnya,” ucap Gus Fahrur.

Ia tidak menampik jika nantinya ada kerja sama dengan berbagai pihak terkait pembangunan ekosistem digital yang dimaksud.

Gus Fahrur mengklaim NU punya hubungan baik dengan menteri BUMN, Erick Thohir, hingga jaringan di pemerintahan.

“Itu nanti saya kira bisa dibicarakan, karena kita punya hubungan baik dengan menteri BUMN, punya jaringan bagus ke pemeritnah, saya kira masing-masing bisa punya kapsitas yang paling memungkinkan,” tuturnya.

Terpisah, Ainun menjelaskan hingga kini belum ada pendekatan resmi dari pihak mana pun yang datang kepadanya.

“Belum tahu mesti merespons bagaimana, belum ada approach (pendekatan) resmi yang datang juga,” kata Ainun dalam keterangannya dikutip di situs resmi NU, Kamis (3/2).

Dilansir dari laman: cnnindonesia.com

Related posts