Serangan AS di Suriah Diklaim Tewaskan Wanita dan Anak-anak

Setidaknya 12 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, diklaim tewas dalam serangan operasi khusus antiteroris oleh Amerika Serikat di Idlib, Suriah, Rabu (2/2) malam waktu setempat.

Menurut sumber lokal, korban yang tewas diantaranya tujuh anak-anak dan tiga perempuan.

Serangan itu menghantam daerah padat penduduk seperti perumahan yang penuh sesak dan kamp-kamp pengungsian.

Beberapa warga bahkan melihat dengan mata kepala mereka bagian tubuh korban yang berserakan di sebuah rumah di Desa Atmeh.

Mereka juga mendengar suara tembakan selama operasi. Suara tersebut menunjukkan ada perlawanan terhadap serangan itu.

Senior di Middle East Institute yang berbasis di Washington, Charles Lister, mengutip pernyataan penduduk, mengatakan operasi itu berlangsung lebih dari dua jam.

“Jelas mereka menginginkan siapa pun yang masih hidup,” kata Lister dikutip Al Jazeera, Kamis (3/2).

Ia kemudian berkata, “(Serangan itu) sepertinya yang terbesar dari jenis operasi semacam ini.”

Pernyataan itu merujuk pada serangan operasi khusus AS pada 2019 lalu di barat laut Suriah yang menewaskan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Sementara itu agensi media, Reuters, melaporkan serangan itu diyakini menargetkan seorang yang diduga berafiliasi dengan Al-Qaeda. Namun, sejauh ini tak ada informasi lain soal identitas orang tersebut.

Selain itu, tak ada laporan langsung mengenai anggota milisi yang terbunuh.

Saat serangan berlangsung, penduduk dan kelompok pemberontak mengatakan beberapa helikopter terlihat mendarat di dekat Atmeh, provinsi Hatay dan ledakan terdengar di dekat rumah seorang pejuang asing.

Menurut penuturan salah satu pejabat di Idlib, pejuang yang diduga menjadi sasaran tengah bersama keluarganya saat serangan itu terjadi.

Sebuah klip video yang diunggah kanal TV Suriah pro-pemberontak menunjukkan seorang anak yang terluka dibawa petugas penyelamat darurat.

Video itu, katanya, diambil dari Desa Atmeh yang berada di sepanjang perbatasan Provinsi Hatay, Turki selatan.

Perwakilan pemberontak menyatakan keamanan dari Hay’et Tahrir al-Sham bergegas ke lokasi setelah serangan itu. Hay’et Tahrir al-Sham merupakan kelompok pemberontak utama yang menguasai bagian barat laut Suriah

Terpisah, militer Amerika Serikat dalam pernyataan resmi melaporkan berhasil melakukan operasi khusus. Namun mereka tak memberi rincian siapa yang menjadi target, termasuk ada tidaknya korban tewas ataupun luka-luka.

“Pasukan Operasi Khusus Amerika Serikat di bawah Kendali Pusat Komando AS melakukan misi kontra-terorisme malam ini di barat laut Suriah,” bunyi pernyataan itu.

Sekretaris Pers Kementerian pertahanan AS, John Kirby bahkan mengklaim tak ada korban.

“Tidak ada korban (dari Operasi Khusus) ini. Informasi lebih lanjut akan diberikan saat tersedia,” kata Kirby.

Bagian barat laut Suriah yakni provinsi Idlib dan sabuk wilayah sekitar menjadi daerah kekuasaan kelompok Hay’et Tahrir al-Sham. Sebelum mereka kelompok Front al-Nusra sempat menguasainya. Kelompok ini merupakan bagian al-Qaeda hingga 2016.

Beberapa pejuang asing yang memisahkan diri dari kelompok tersebut telah membentuk kelompok Huras al-Din (Penjaga Agama). Kelompok itu masuk dalam kategori “organisasi teroris asing” versi Amerika Serikat.

Selama bertahun-tahun, militer AS sebagian besar menggunakan pesawat tak berawak dalam operasi membunuh petinggi al-Qaeda di Suriah utara.

Operasi koalisi pimpinan AS terhadap sisa-sisa ISIS lebih kerap terjadi di timur laut Suriah. Wilayah ini dikuasai Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi.

Dilansir dari lama: cnnindonesia.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *